Guru Bahasa Indonesia MAN 7 Jombang Raih Penghargaan Karya Terpilih ke-1 di Tingkat Kota Surabaya
Kab. Jombang (MAN 7) – Dunia literasi di lingkungan madrasah kembali menorehkan prestasi. Kali ini, capaian membanggakan datang dari tenaga pendidik MAN 7 Jombang, Muhammad Luth Zakky. Guru bidang studi Bahasa Indonesia tersebut berhasil meraih penghargaan sebagai Karya Terpilih ke-1 dalam kompetisi menulis cerpen tingkat Kota Suarabaya yang diselenggarakan pada awal Februari 2026.
Kompetisi bergengsi ini diadakan oleh Perpustakaan Umum Balai Pemuda Kota Surabaya sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun perpustakaan yang ke-13. Ajang ini menjadi magnet bagi para sastrawan dan penulis dari berbagai penjuru Jawa Timur, terbukti dengan masuknya ratusan naskah cerpen yang dikirimkan kepada panitia.
Alur Cerita yang Memukau Juri Karya Muhammad Luth Zakky yang berjudul “Cerita di Balik Lembaran 5 Ribu” berhasil mencuri perhatian dewan juri di tengah persaingan yang sangat ketat. Cerpen tersebut dinilai memiliki kedalaman narasi, orisinalitas ide, serta kekuatan diksi yang mampu menyisihkan ratusan karya penulis lainnya dari berbagai kota di Jawa Timur.
Keberhasilan ini menempatkan karya Bapak Luth Zakky di urutan pertama dari daftar karya terpilih, sebuah pencapaian yang menegaskan bahwa kompetensi literasi pengajar madrasah mampu bersaing di kancah profesional.
Apresiasi dari Keluarga Besar MAN 7 Jombang Prestasi ini disambut dengan rasa syukur dan bangga oleh seluruh civitas akademika MAN 7 Jombang. Kemenangan ini diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak dan inspirasi bagi siswa-siswi MAN 7 Jombang untuk terus mengasah bakat menulis dan mencintai dunia literasi.
“Ini adalah bukti nyata bahwa guru tidak hanya mampu mengajar secara teoritis, tetapi juga mampu mempraktikkan ilmu sastranya dalam karya nyata yang diakui secara luas,” ujar Kepala MAN 7 Jombang.
Dengan kemenangan ini, nama MAN 7 Jombang semakin harum di peta literasi Jawa Timur, membuktikan bahwa semangat berkarya tetap tumbuh subur di tengah kesibukan mengajar di awal tahun 2026 ini. (hms)