MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS GURU DALAM BERLITERASI TAHUN 2021

Literasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan tulis menulis. Sementara pengertian literasi dilihat dari makna dan definisi yang lebih luas adalah seseorang yang melek teknologi, melek politik, mampu berpikir kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar. Sederhanyanya budaya literasi didefinisikan sebagai kemampuan menulis dan membaca suatu masyarakat dalam suatu negara. (Anonimus, 2016) Menurut Deklarasi Alexandria tahun 2015, menyebutkan bahwa literasi informasi adalah kemampuan untuk melakukan manajemen pengetahuan dan kemampuan untuk belajar terus menerus. (Nurchaili, 2016) Pengertian-pengertian literasi tersebut dapat disimpulkan bahwa literasi merupakan kemamapuan seseorang untuk membaca, menganalisis baik teks maupun konteks yang ada di lingkungan sekitarnya.

Tumbuhnya kepekaan literasi seseorang harus tetap dibudayakan agar bisa mengalami peningkatan pengetahuan. Permasalah literasi di Indonesia saat ini masih sangat banyak dan harus dilakukan evaluasi dalam pengembangan budayanya (literasi). Indonesia sebagai salah satu peserta Programme for International Student Assessment (PISA) yaitu program yang diselenggarakan oleh negara-negera dunia bidang kerjasama dan pembangunan ekonomi, disebut sebagai Negara yang sejak tahun 2000 (pertama kali program berjalan) hingga data terakhir dipublikasi tahun 2018 tetap menempati posisi tingkat bawah dalam budaya berliterasi di negaranya (Tahmidaten & Krismanto, 2020). Masuknya Indonesia sebagai negara yang rendah budaya literasi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum menempatkan literasi sebagai bagian yang penting dalam meningkatkan kemajuan.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama dalam mendukung pengembangan literasi baru-baru ini berinovasi untuk meningkatkan minat baca dikalangan siswa.  Program baru berbentuk ” Buku Digital Madrasah” resmi diliris oleh Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (Dit. KSKK) dan sudah bisa diakses. Buku Digital Madrasah ini adalah portal untuk membaca dan mendownload buku pelajaran yang dapat digunakan oleh siswa Madrasah. Mulai dari siswa MI, MTS, MA yang terdiri dari buku umum, buku pengayaan, buku Pendidikan Agama Islam, dan majalah madrasah. Buku digital ini bisa diakses kapan saja, dimasa saja, dan oleh siapa saja, baik tenaga pengajar (guru), peserta didik, maupun orang tua (Khalifah, 2020).

Guru sebagai tenaga pengajar sudah seharusnya untuk mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan budaya literasi di lingkungan pendidikan. Seperti halnya perkumpulan guru-guru di Kabupaten Jombang bisa menjadi contoh dalam meningkatkan produktivitas guru dalam berliterasi yaitu dengan membuat bahan ajar mandiri. Pada awal tahun 2021 tepatnya awal bulan Februari, guru-guru yang tergabung dalam perkumpulan guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Madrasah Aliyah mata pelajaran Akidah Akhlak bersepakat dalam rapat daring pada 03 Februari 2021 membuat bahan ajar berbentuk LKS (Lembar Kerja Siswa) untuk memenuhi kebutuhan materi semester ganjil tahun ajaran 2021-2022.

Upaya membuat bahan ajar mandiri ini merupakan upaya perjuangan guru dalam membudayakan literasi di kalangan guru-guru agar tetap produktif menulis, disamping tetap menjalankan perannya sebagai pengajar. Buku LKS ini nantinya akan diproduksi secara kolektif dan disalurkan ke Madrasah-Madrasah Aliyah di Kabupaten Jombang sebagai buku tambahan pembelajaran. Mata pelajaran Akidah Akhlak sendiri terdiri dari tiga komponen peminatan yaitu Akidah Akhlak, Ilmu Kalam dan Ilmu Akhlak. Guru-guru yang tergabung dalam MGMP Akidah Akhlak Kabupaten Jombang tersebut berasal dari satuan kerja diantaranya MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 1 Jombang, MAN 2 Jombang, MAN 3 Jombang, MAN 4 Jombang, MAN 5 Jombang, MAN 6 Jombang, MAN 7 Jombang, MAN 8 Jombang, MAN 9 Jombang, MAN 10 Jombang.

Berdasarkan banyaknya guru dari berbagai satuan kerja yang tergabung dalam MGMP Akidah Akhlak Kabupaten Jombang ini menunjukkan antusiasme literasi dengan menulis LKS tidak hanya dimiliki satu satker saja, namun guru-guru dari beberapa satker juga antusias dalam membudayakan literasi. Kekompakan dari guru-guru Akidah Akhlak ini meskipun masih berdampak dalam lingkup lokal yaitu Kabupaten Jombang, namun peran guru-guru ini dalam membangun budaya literasi sangat harus diapresiasi mengingat pada tahun sebelumnya (2020) semangat literasi bidang pendidikan mengalami penurunan akibat pandemic COVID-19.

References

Anonimus. (2016). Pedoman Pelaksanaan Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2016. Jakarta: Kementeriann Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Khalifah. (2020, Juni 7). Buku Digital Madrasah – Madrasah Hebat Bermartabat. Retrieved Desember 25, 2020, from Inspirasi Belajar: https://kholifahs86.blogspot.com/2020/06/bukudigital-madrasah-madrasah-hebat.html

Nurchaili. (2016). Menumbuhkan Budaya Literasi Melalui Buku Digital. LIBRIA, VIII(2), 197-209. Retrieved Desember 23, 2020, from https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/libria/article/view/1211/906

Permatasari, A. (2015). Membangun Kualitas Bangsa Dengan Budaya Literasi. Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB (pp. 146-156). Bengkulu: UNIB. Retrieved Desember 23, 2020, from http://repository.unib.ac.id/11120/1/15-Ane%20Permatasari.pdf

Tahmidaten, L., & Krismanto, W. (2020, Januari). Permasalahan Budaya Membaca di Indonesia (Studi Pustaka Tentang Problematika dan Solusinya). Scholaria, X(1), 22-33. Retrieved Desember 20, 2020, from https://ejournal.uksw.edu/scholaria/article/download/2656/1370